Transmisi Memori-Trauma dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Authors

  • Widya Astuti Bilo Universitas Khairun Author
  • Hubbi Saufan Hilmi Universitas Khairun Author
  • Achmad Sultoni Universitas Telkom Purwokerto Author

Keywords:

Film, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Postmemory

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana proses transmisi memori-trauma dan nilai pendidikan dalam dialog film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), Penelitian ini memiliki dua Sumber data yakni sumber data primer yang diambil dari dialog dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) karya Angga Dwimas Sasongko. Sumber data sekunder diambil dari buku, tulisan di social media terkait film NKCTHI karya Angga Dwimas Sasongko. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan fokus kajian pada postmemory. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak-catat dengan model analisis mengalir, yang meliputi tiga komponen, yaitu 1) reduksi data; 2) penyajian data; dan 3) penarikan simpulan. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah proses transmisi memori pada film NKCTHI bahwa proses transmisi memori dari orang tua ke anak dalam hal ini Narendra dan Ajeng dibentuk oleh Transmisi Familial dan affilial. Trauma dari Ajeng dan Narendra begitu kuat sehingga memberikan efek (overshadow) terhadap Narendra, Hal tersebut secara tidak sadar menciptakan investasi imajinasi dan proyeksi terhadap apa yang dirasakan oleh Ajeng. Selain itu, Film NKCTHI juga menjelaskan pesan tentang nilai pendidikan karakter dalam keluarga yakni nilai religius, nilai kepemimpinan, nilai kepahlawanan, nilai keberanian, nilai kesederhanaan, nilai gotong royong, nilai moral, dan nilai berkorban.

References

Allen. J. G. (2005). Coping With Trauma, America: American Psychiatric Publishing, Inc.

Aminuddin. (2011). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Arsyad. A. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Asku, R. B. (2003). Membuat Film Indie Itu Gampang. Bandung: Penerbit Kanisius.

Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial.

Biwu, S. (2015). Postmemory Memory, Ethics and Ideology: Toward a Historiographic Narratology in Film. China: Shanghai Jiao Tong University.

Bruno, F. (1997). Mengatasi Depresi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20, Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional.

Dewantara. K.H. (1977). Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

_____________. (2004). Pendidikan, cet. ke-3. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

_____________. (2013). Kebudayaan (II), cet. ke-5. Yogyakarta: UST Press.

Effendy, O. U. (2007). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Fernanda, A. (2017). Transmisi Memori dan Trauma dalam Motherland Karya Dmetri Kakmi: Kajian Postmemory. Jurnal Ilmu Sastra, 2(5).

Giller, E. (1999). What is Psychological Trauma, diakses pada 17 Oktober 2025 dari: http://www.sidran.org/resources/for-survivors-and-loved-ones/what-is-psychological-trauma/

Giller, E. 1999. Geraldine’s Posttraumatic Stress Disorder In Just Another Kid Novel By Torey Hayden.

Heirch, M. (2012). The Generation of Postmemory: Writing and Visual Culture After the Holocaust. New York: Columbia University Press

Himawan, P. (2008). Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (1998). Jakarta: Balai Pustaka.

KPI. (1992). Undang-Undang RI Nomor 8, Tahun 1992, Tentang Perfilman

Kristinawati, S.H. (2021). Nilai Pendidikan Dalam dialog film NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) Karya Angga Dwimas Sasongko: Kajian Sosiologi Sastra. Jurnal Bapala, 3 (8).

Markowitz. K, M.A. & Jensen, E. M. A. (2002). Otak Sejuta Gigabyte: Buku Pintar Membangun Ingatan Super (terjemahan). Bandung: Kaifa.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). An Expanded Sourcebook: Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications.

Narwanti, S. (2011). Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Familia.

Samani. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Rosdakarya.

Santosa, P. (2015). Metodologi Penelitian Sastra: Paradigma Proposal, dan Penerapan. Yogyakarta: Azzagrafika.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa (Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis). Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Supratno. H. (2010). Sosiologi Seni. Wayang Sasak Lakon Dewi Rengganis dalam Konteks Perubahan Masyarakat di Lombok. Surabaya: Unesa University Press.

Suratman, D. (1985). Ki Hadjar Dewantara. Jakarta: Majelis Pendidikan dan Kebudayaan.

Suyadi. (2013). Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Zuchdi, D. (2011). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik. Yogyakarta: UNY Press.

Downloads

Published

23-03-2026