Peran Keluarga dalam Pendidikan Informal Remaja untuk Menanamkan Nilai Toleransi di Masyarakat Plural
DOI:
https://doi.org/10.70115/semesta.v4i2.470Keywords:
Family, Informal Education, Tolerance, digital era, adolescents, family educationAbstract
This study was conducted in response to the growing challenges of intolerance among adolescents in the digital era, influenced by social media, stereotypes, and social polarization within diverse communities. The research aimed to analyze the role of the family as an informal educational institution in fostering tolerance values among adolescents. A qualitative method with a phenomenological approach was employed. Data were collected through semi-structured interviews with ten informants selected using purposive sampling. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that families play a vital role in developing adolescents’ tolerance through parental role modeling, open communication, and the cultivation of respect for differences in daily life. However, social media and peer influences may hinder the internalization of tolerance values when not accompanied by adequate parental supervision. The study concludes that the family serves as a key foundation in shaping a tolerant, open-minded generation capable of living harmoniously in a multicultural society.
References
Abdulatif, S., & Dewi,D. A. (2021). Peranan pendidikan kewarganegaraan dalam membina sikap toleransi antar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar, 4(2), 103–109. https://doi.org/10.55215/jppguseda.v4i2.3610
Ardyanti, N., Rahman, A., & Putri, S. (2025). Nilai Islam sebagai pilar toleransi dalam kehidupan multikultural. Jurnal Pendidikan Sosial Keagamaan, 12(1), 45–58. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.27022
Arikarana, Y., Suradi, S., Ngimadudin, N., & Wulandari, Y. (2025). Pendidikan agama Islam multikultural: Konsep, nilai dan praktiknya di lingkungan madrasah. Edification Journal: Pendidikan Agama Islam, 7(2), 233–254. https://doi.org/10.37092/ej.v7i2.993
Awwad, M., & Safta, I. H. (2023). Model pola asuh orang tua dalam mengatasi dampak gadget terhadap interaksi sosial anak. SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 66–77. https://doi.org/10.70115/semesta.v1i2.21
Banks, J. A. (2020). Multicultural education: Characteristics and goals. Multicultural Education Review, 12(1), 1–17. https://doi.org/10.1080/2005615X.2020.1723572
Bayukarizki, S. M., & Soleman, N. (2021). Intoleransi pendidikan di Indonesia menurut pandangan Islam. JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 7(1), 1-10. https://doi.org/10.59115/juanga.v7i1.22
Diniah, S., Ramadhan, F., & Kurniawan, H. (2024). Character education and multicultural awareness in plural societies. Journal of Social Education Studies, 15(1), 22–34. https://doi.org/10.23917/mier.v4i1.16875
Hurlock, Elizabeth. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Edisi 5) Terjemahan Istiwidiyati dan Soedjarwo. Jakarta: Airlangga.
Lestari, P., & Sa’adah, N. (2021). Pendidikan multikultural sebagai upaya penguatan toleransi sosial dalam masyarakat plural. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.17977/um021v6i2p140-154
Lickona, T. (2019). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Livingstone, S., & Blum-Ross, A. (2020). Parenting for a digital future: How hopes and fears about technology shape children’s lives. Oxford University Press.
Muslihan. (2023). Pengaruh pola asuh orangtua terhadap sikap sosial siswa di MI NW Kelayu Jorong. SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 89–94. https://doi.org/10.70115/semesta.v1i2.85
Muzayyanah, M. (2024). Pola Pengasuhan Orang Tua Terhadap Anak Tinjauan Hukum Keluarga Islam (Studi di Desa Kongkomos Kec. Basidondo Kab. Tolitoli) Universitas Islam Negeri Datokarama Palu.
Nieto, S., & Bode, P. (2020). Affirming diversity: The sociopolitical context of multicultural education (7th ed.). Pearson.
Rahmania, dkk. (2025). Pentingnya pendidikan karakter di sekolah. SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran 3(1), 28–33. https://doi.org/10.70115/semesta.v3i1.235
Rohanah, Satriawan, L. A., Jamiluddin, & Najamudin. (2023). Strategi guru pendidikan IPS dalam pembentukan sikap sosial siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Lombok Tengah. SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 1(1), 39–45. https://doi.org/10.70115/semesta.v1i1.8
Rosyad, R., Rahman, M. T., Setia, P., Haq, M. Z., & Viktorahadi Pr., R. F. B. (2022). Toleransi dan perdamaian di masyarakat multikultural. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Setara Institute. (2023). Laporan Nasional Toleransi Remaja Indonesia. Jakarta: Setara Press.
Sulistiyani, T. (2024). Pendidikan multikultural dalam membangun karakter toleransi peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 14(2), 89–101. https://doi.org/10.21831/cp.v43i1.2024
Sunardi, & Adipta, M. (2023). Strategi Manajemen Kesiswaan dalam Membentuk Karakter Siswa di MTsN 1 Lombok Tengah. SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 108–118. https://doi.org/10.70115/semesta.v1i2.14
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy and completely unprepared for adulthood. Atria Books.
Zaenal, M. (2024). Pendidikan toleransi dalam masyarakat multikultural di era digital. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 8(1), 33–47. https://doi.org/10.64540/b9n4nn58
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sabirah Lathifah Zahra Nasution, Nabila Shakira Daulay, Nazla Balqis, Nayla Khanza Syahputri, Bisru Hafi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







